Bisnis Coffee Roastery Saat Pandemi, 「Betting website platform」Tantangan dan Strategi Bertahan

  • 时间:
  • 浏览:0

DBetting website platformaBetting website platfBetting website platformormpatkan informasi, inspirasi dan insight di Betting website platformemail kamu.

Daftarkan email

Namun, saat pandemi kebiasaan ngopi dan nongkrong di kafe, disampaikan oleh Joni jadi sangat berkurang banget.

Joni menyebutkan kebiasaan nongkrong di coffee shop mulai menurun saat pemerintah menetapkan PSBB pertama pada pertengahan Maret lalu.

Baca juga: Kedai Kopi Indonesia Pertama di Jerman Resmi Dibuka

Bisnisnya mengalami penurunan yang cukup besar karena konsumen utamanya yaitu para coffee shop tidak lagi memesan biji kopi darinya.

“Nah pada masa awal pandemi semua coffee shop di Jakarta tutup saat itu. Hampir semua. Pada saat itu susah sekali bagi kita dan penjualannya menurun karena kita sangat bergantung pada bisnis B2B ini,” jelas Joni.

Co-founder dari Smoking Barrels Craft Coffee Joni Lima, membahas strategi bisnis coffee roastery saat pandemi dalam acara Live Instagram “Ngoenyah” (Ngobrol Renyah) di @my.foodplace pada Kamis (5/11/2020). 

KOMPAS.com - Industri kopi di Indonesia saat sebelum dan sesudah pandemi mengalami perubahan. Beberapa perubahan ini berdampak pada bisnis kopi. 

Hal ini juga dirasa plus minus dengan pelaku bisnis. Pada awal pandemi ia mengakui bisnis coffee roastery menjadi sepi. 

Baca juga: 3 Tips untuk Kafe dan Petani Kopi Bertahan Saat Masa Pandemi

Konsumen lebih banyak yang membeli kopi dalam bentuk botolan besar atau beli biji kopi untuk diseduh di rumah.

Ia menjelaskan jika pola ngopi telah berubah, banyak orang kini beralih mengonsumsi kopi di rumah.

“Sebelum pandemi banyak banget orang yang ngopi di kafe atau di coffee shop sambil nongkrong ya. Mungkin dalam budaya kita juga kalau ngopi sambil duduk-duduk dan ngobrol," kata Joni.